Sabtu, 10 April 2010

Filosofi Nama :)

Dua minggu yang lalu, terjadi sebuah percakapan satu keluarga di sebuah rumah di kawasan Buah Batu Bandung. keluarga tersebut memperbincangkan arti di balik nama ke dua anaknya. Ternyata baru dua minggu ini saya mengetahui berasal dari mana dan ada makna apa di balik nama saya dan kakak saya.
Apalah arti sebuah nama, oh sebuah nama itu sangat berarti bagi makhluk yang bernama manusia. Jika saja manusia di dunia ini tak bernama, bagaimana cara berkomunikasi mereka. Klo nyapa “hey kamu!” pasti smua nengok. Widihhh..
Safa Annisaa, ternyata safa ini bukan berasal dari bahasa arab saudara-saudaraaaa.. safa itu asal katanya dari ‘sophia’ yang diambil dari bahasa Yunani yang memiliki makna Bijaksana. Dan arti ini diperkuat ketika saya sedang mencari artikel beberapa hari yang lalu tentang filsafat di salah satu blog. Yippieee.. Sedangkan Annisaa pastilah udah ktebak itu nama dari arab yang artinya perempuan. So, filosofi nama saya adalah perempuan yang bijaksana (amin).
Anyway, bagi mereka yang udah tau karakter saya, pasti akan tertawa geli denger makna di balik nama yang saya anut. Hahaha.. tapi tak jadi masalah jika orang mengartikan nama saya dalam bahasa arab, karena tandanya Ia turut mendoakan saya dengan mnyebutkan makna menurut yang Ia ketahui.
Wishal Miggy Dasanova. Beliau adalah satu-satunya saudara kandung saya, sebagai sang adik tentunya sangatlah saya sayang kepadanya, walaupun terkadang tampak mnyebalkan sehingga saya ingin sekali menjitak kepalanya! :P dan saya baru tau arti dari namanya adalah orang yang selalu terhubung oleh Allah yang lahir minggu pagi pada tanggal 10 November. Wowww.. [*Takjub]
@ Saninten 19 tahun silam

Mnyenangkan sekali mengungkap arti di balik nama seseorang. :) 

Bagaimana dengan nama anda?!


Selasa, 30 Maret 2010

kenapa mesti bingung?

Atas nama sejarah, budaya suatu daerah dapat dikomunikasikan kepada masyarakat. Atas nama modernisasi merupakan suatu prestasi untuk mengembangkan daerah menjadi hal yang membanggakan di mata wisatawan. Bagaimana selanjutnya nilai-bilai histories suatu bangunan di Kota Bandung tetap bertahan bersama laju arus global?

atas nama pola pikir, saya bingung mau lanjutin kalimat ini gimana lagi.. tugas ohh tugas mari kita bercengkrama dengan sisa-sisa waktu menuju perkumpulan..

Senin, 22 Maret 2010

titik terndah itu datang kembali

Sedang berada di satu titik terendah. Sudah menjadi kebiasaan untuk saya menarik diri dari lingkungan.
Tahun ini sepertinya emosi saya labil, tidak seperti tahun lalu. Begitu penuh semangat, menggebu-gebu. Keadaan saat ini kontras dengan tahun lalu. Berada di titik terendah, membuat saya ingin menjauh dan melakukan apapun sendiri, mencoba tak memikirkan tetapi ‘noise’ itu tetap ada dan berwujud. Apakah ini control dari diri saya? Mengapa bisa hanya dalam waktu tiga hari saja, saya kembali pada titik ini. Seakan-akan saya ingin menyerah. Saat ini terlalu banyak yang saya khawatirkan, ingin rasanya berlari dan menarik diri, tetapi di mana letak tanggung jawab saya, di mana letak kebahagiaan saya bila saya berlari. Ya Tuhan, cukup rasanya menghukum saya dengan ini. Waktu yang tlah lalu merupakan mimpi buruk untuk saya, jangan lagi Engkau datangkan ‘noise’ ini kembali. Ampuni saya Tuhan, jika saya lalai, jangan menegur saya dengan cara seperti ini. Tuhan, saya selalu meyakini Engkau adalah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengabulkandan masih ada 96 sifat lainnya, maka jauhkanlah ‘noise’ ini dari diri saya serta mudahkanlah jalan hidup saya. Amin. 

Kamis, 11 Maret 2010

m o n o l o g

Yuhuuu.. I know, ini udah menuju pertengahan bulan maret, seakan-akan saya malas untuk menulis.. he..

Ketika saya sedang memberi makan kucing, saya berfikir dan berpendapat, kucing mana yang tidak suka di beri ikan? Pasti suka dongg. Dan saya pun berfikir ikan mana yang suka dengan kucing? Saya rasa tidak. Sekeras apapun kucing untuk meyakinkan ikan, ikan tidak akan pernah percaya akan rayuan si kucing. Dan saya baru memahaminya mengapa kucing begitu tergila kepadanya dan sebaliknya ia tidak. Inilah saya, yang hanya seekor LEO yang mampu menggilai seekor PISCES mungkin sebatas utopia. Jika mampu percaya, hadapilah.

Rabu, 03 Februari 2010

tidak sedang berdiskusi dengan alam



Sekejap mata terkatup sepeti bibir yang bungkam menyimpan misteri. Kemudian terbuka. 
Bahagia. Muram. Sulit membedakan keduanya. 
Melodi yang diputar dari kotak musik tetap datar hingga tiba waktunya padam. Kemudian di putar kembali. Masih tetap sama. Jemu memutar selanjutnya terhenti dan memutar lalu menerawang..

ada apa dibalik awan hitam yang tengah menggumpal. Dimana matahari bersembunyi. Menegadahkan kepala mencari bagian yang terang, aneh sekali. Tidak ada cahaya yang tampak. Ohh bodohnya, saya lupa sekarang malam seharusnya saya mencari bintang. 
Malam yang sendu seperti ingin menitikan air dari langit, menyeret sedikit-sedikit gumpalan awan untuk mendekati bumi. Langit sedang pusing di buatnya. Pohon tak bergerak, suara binatang pengerat malam pun terdengar serak, air kemudian berarak. Mungkin, tiba saatnya di mana semua terluapkan dengan letupan-letupan yang entah sampai kapan akan terhentikan. 
Ohh sebaiknya saya segera memejamkan mata, bersembunyi di dalam selimut, tak mau ikut berdiskusi dengan alam. Selamat malam.

Kamis, 14 Januari 2010

MENEMUKAN DUNIA DI DALAM DUNIA


Inilah dunia saya, sejenis rasa yang memiliki massa.
Tidak banyak yang saya harapkan dari dunia ini. Hanya tertawa yang bukan hanya dikelilingi manusia, tetapi juga nafas.
Dunia yang jenaka, dunia panggung sandiwara, selalu berpura-pura.
Tidak peduli bentuk candaan conventional atau pun unconventional.
Sebatas sinetron di televisi.
Hanya ada beberapa peran untuk memainkannya tanpa terlalu berpengaruhnya peran pembantu.
Dunia begitu sempit, terhimpit dalam tumpukan nafas selanjutnya bergesekan dalam tawa. Hanya ada manusia, tawa, nafas. Inilah saya yang menemukan dunia di dalam dunia.

Jumat, 08 Januari 2010

ya, itu kucing saya!


Disuatu pagi, diakhir tahun.. di depan pagar tetangga saya melakukan sebuah percakapan singkat. Ketika sedang berbincang, sang kucing melintas di hadapan saya dan rekan saya (sebut saja dia bunga).

   
Bunga : “sumpah, tuu kucing nyebelin banget!!”
Saya : “emang kenapa bung?” (pertanyaan yang konyol, karena saya tau jawabannya)
Bunga :”iya kelinci saya mati dua ekor di tangan kucing itu! Kesel ihh.”
Saya : GLEK. “ohh, maaf bung, kucing yang tadi lewat itu kucing saya!” Hehe..
Bunga : “….”
Saya : “pamit yaaa.. daaaaa?!”
Bunga : “oii, nyawa dibayar nyawa..”
Saya : “ini mah berlaku hukum alam, yang kuat yang bakal bertahan.” (sambil berlalu pulang ke rumah.. hhe)
"wajah pelaku utama pembantaian"
Wkwkwkwk. Parahhh, emang parah banget, kucing saya emang pernah makan kelinci dia, pas bertepatan hari ulang taunnya bunga deui. Pagi-pagi udah dapet surprise dari kelinci kesayangannya yang mati secara tragis di tangan seekor kucing yang sangat culun. Hahahaha..

Kepadanya, saya memohon maaf. Semoga arwah dua kelinci yang telah tiada tidak akan menghantui kucing saya. Dan kepada bunga, semoga anda dapat tegar dan sabar setiap melihat kucing saya ngageboy di halaman rumahnya. :D