Selasa, 13 Desember 2011

Kritik..!


Kritik! untuk apa kritik yang dilontarkan seseorang terhadap kita? tentunya sebagai masukan agar dapat menjadi baik, bahkan beberapa dari kita menganggap kritik merupakan sentilan terhadap tidakan yang telah dilakukan. Saya ingat beberapa minggu lalu saya mengikuti sebuah pelatihan public speaking, salah satu pembicaranya mengatakan bahwa "apa yang didengar belum tentu dipahami, apa yang dipahami belum tentu disetujui, apa yang disetujui belum tentu dilakukan, dan apa yang dilakukan belum tentu menjadi kebiasaan". Dari rangkaian kata tersebut sebenernya saya pengen bicara, pengen banget ya kasi pembenaran ke orang yang udah ngeritik. Tapi hey, gak semua orang mau mendengar apa yang dijelasin, dan ketika saya jelasin, orang juga belum tentu suka dengan apa yang diutarakan. So, keep silent aja menurut saya mah itu udah yang paling bener deh.
 
helpppp..!

Buat yang dapet kritikan & terus sakit hati smp keubun-ubun, plis deh terima ajalah konsekuesnsinya klo emang salah. Tegar & jangan sampe dimasukin ke hati yang ujung-ujungnya kecewa gak jelas.. (agak ngemeng ya ini tulisan :)) aplikasinya pelik mennnn!). *ngomongsendiri, ngehibursendiri*